
Tembang macapat termasuk puisi Indonesia yang tergolong tua ini
penciptanya adalah beberapa wali, misalnya :
Tembang Durma diciptakan oleh Sunan Bonang
Tembang Kinanthi diciptakan oleh Sunan Pajang / Sunan Kuning
Tembang Mijil diciptakan oleh Sunan Geseng
Tembang Pocung diciptakan oleh Sunan Murya
1. Macam Tembang Macapat
Macam tembang macapat menurut buku Mbombong Manah (Tedjo Hadi
Soemarto, 1958) ada 11 tembang yaitu :
1). Maskumambang : (4
gatra : 12i, 6a, 8i, 8a)
Maskumambang artinya emas yang terapung. Emas diibaratkansebagai
cita – cita atau harapan baik seseorang yang masih terapung – apung atau belum pasti
didapatkan. Watak tembang ini yaitu rasa sedih atau nelangsa.

2). Mijil : (6 gatra : 10i, 6o, 10e, 10i, 6i, 6u)
Mijil artinya keluar. Maksudnya, mengeluarkan isi hati atau
yang ada di dalam diri. Mijil mempunyai watak senang, mengandai - andai, dan penuh
harapan.
3). Sinom : (9 gatra : 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a)

Gambuh artinya cocok atau jodoh. bagaikan orang yang telah menumukan
jodohnya yang lama diimpikannya. Watak tembang gambuh yaitu senang karena sudah
cocok atau rumaket.
5). Kinanthi : (6 gatra : 8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i)
Kinanthi artinya digandeng atau diajak. Maksudnya, orang
yang suka dengan persahabatan. Watak tembang ini yaitu damai dan mengeluarga
(semanak).
6). Pangkur : (7 gatra : 8a, 11i, 8u, 7a, 12i, 8a, 8i)

7). Dhandhanggula : (10 gatra : 10i, 10a, 8e, 7u, 9i, 7a, 6u,
8a, 12i, 7a)
Dhandang artinya warna hitam yang melambangkan keabadian sedangkan
gula berarti manis sebagai lambing kebahagiaan dan keindahan. Maksudnya seseorang
yang telah berumah tangga selalu mengharapkan
keindahan yang abadi. Watak tembang dhandhang gula yaitu indah dan berwibawa.

9). Durma : (7 gatra : 12a, 7i, 6a, 7a, 8a, 5a,7i)
Durma artinya keras hati. Tembang ini cocok untuk menggambarkan
perang. Watak tembang ini serang atau bernafsu seperti orang perang.
10). Pocung : (4 gatra : 12u, 6a, 8i, 12a)

Megatruh berasal dari kata megat yang berarti memutus dan ruh
yang berarti nyawa. Maksudnya nyawa yang telah putus dari raganya alias
meninggal. Setiap kematian pasti ada kesedihan. Kesedihan itulah yang menjadi watak
tembang megatruh.
2. Ciri Struktural Tembang Macapat
Gatra : Baris dari tiap tembang
Guru wilangan : Jumlah suku kata tiap – tiap baris
Guru lagu : Huruf vokal pada tiap akhir baris
Pada : Himpunan kalimat tembang yang berakhir sampai pada lungsi
(titik)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar